Rabu 28 Juli 2021, 09:39 WIB | 322

Industri Manufaktur Dalam Perspektif Islam

Artikel - BDINews
Industri Manufaktur (Foto: Kemenperin)

Allah SWT memberikan hidayah atau petunjuk kepada manusia agar dapat memenuhi kebutuhan hidupnya, sebab Allah tidak menciptakan seluruh kebutuhan manusia secara permanen atau siap pakai, namun Allah memberikan kewenangan kepada manusia untuk memikirkan dan menemukan sendiri apa yang menjadi kebutuhan umat manusia itu sendiri, hal ini didasarkan pada fitrah yang Allah anugerahkan kepada manusia sebagai mahluk yang sempurna (insankamil) yang dapat mengelola alam ciptaan Allah ini.

Dalam mengelola alam ciptaan Allah ini, manusia dapat merekayasa alam dalam memenuhi kebutuhan umat manusia dan  Allah SWT telah menciptakan sifat pada setiap unsur yang ada di alam ini sehingga manusia dapat merekayasa atau mengolah bahan alami untuk berbagai keperluan umat manusia. Dalam proses rekayasa terhadap alam  yang dilakukan umat manusia akan menghasilkan produk baik berupa barang maupun jasa.

Industri manufaktur merupakan suatu proses pengolahan bahan atau barang yang dapat menciptakan nilai tambah. Dalam kegiatan proses pengolahan bahan atau barang dapat melibatkan berbagai unsur baik berupa peralatan, mesin, maupun sumber daya manusia.

Dalam Al-Quran dan hadist bayak ditemui ayat-ayat yang membicarakan atau menjelaskan baik secara tersurat maupun secara tersirat permasalahan industri manufaktur diataranya sebagaimana yang termaktup dalam Al-Quran surat An-Nahl ayat 80:

وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ بُيُوتِكُمْ سَكَنًا وَجَعَلَ لَكُمْ مِنْ جُلُودِ الأنْعَامِ بُيُوتًا تَسْتَخِفُّونَهَا يَوْمَ ظَعْنِكُمْ وَيَوْمَ إِقَامَتِكُمْ وَمِنْ أَصْوَافِهَا وَأَوْبَارِهَا وَأَشْعَارِهَا أَثَاثًا وَمَتَاعًا إِلَى حِينٍ

“Dan Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal dan Dia menjadikan bagi kamu rumah-rumah (kemah-kemah) dari kulit binatang ternak yang kamu merasa ringan (membawa)nya di waktu kamu berjalan dan waktu kamu bermukim dan (dijadikan-Nya pula) dari bulu domba, bulu onta dan bulu kambing, alat-alat rumah tangga dan perhiasan (yang kamu pakai) sampai waktu (tertentu)”(QS : 16:80)

Dari paparan ayat di atas sungguh jelas bagi kita sebagai satu diantara contoh ayat yang membahas industri manufaktur. Dalam ayat ini terlihat secara jelas bagi kita bagaimana proses industri manufaktur yang cukup sederhana yang mudah dipahami dan dimegerti oleh umat manusia. Dalam ayat tersebut terlihat jelas proses produksi dalam menciptakan nilai tambah yang sangat bermanfaat dan dibutuhkan umat manusia.

Dalam industri manufaktur ada tiga unsur utama dalam pengolahan bahan baku yaitu pertama sumber daya manusia baik berupa ilmu pengetahuan, keterampilan, maupun tenaga kerja, kedua bahan baku atau bahan mentah yang masih bersifat alami, ketiga peralatan.

Dalam surat An-Nahl ayat 80 ini sudah terlihat dengan seksama ketiga unsur  industri manufaktur yaitu pertama bahan baku berupa kulit dan bulu binatang ternak yang masih alami, kedua proses pengolahan yang melibatkan sumber daya manusia (pikiran dan tenaga) sehingga melahirkan suatu produk  berupa pakaian dan perumahan yang berbahan dasar kulit dan bulu binatang ternak, ketiga peralatan dalam ayat ini secara tersirat sudah terlihat peralatan bagaimana teknik mengolah kulit dan bulu binatang ternak, mungkin peralatan yang digunakan menggunakan pisau, parang, dan teknik pemanasan dengan sinar matahari dan lain-lain sebagainya.


Dalam Al-Quran surat An-Nahl ayat 80 sangat jelas Allah memberikan contoh yang sangat sederhana dalam bidang industri manufaktur yaitu industri manufaktur bidang pengolahan kulit dan bulu bintang ternak. Industri manufaktur di bidang pengolahan wol (bulu domba, unta, dan bulu kambing), merupakan industri yang memproses bahan baku serat bulu binatang ternak menjadi benang dan produk tekstil.

Manufaktur tekstil didasarkan pada perubahan dari serat menjadi benang, kemudian menjadi kain, sampai pada akhirnya menjadi tekstil. Tekstil kemudian dibuat menjadi pakaian atau benda-benda lainnya sesuai dengan kebutuhan.

Dengan demikian dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa dalam Islam telah ada petunjuk tetang industri manufaktur, hal ini disebabkan oleh karena Allah SWT tidak menciptakan semua kebutuhan manusia secara permanen atau siap pakai namun harus diupayakan dan diusahan oleh umat manusia dengan memanfaatkan segala sumber daya yang ada, baik sumber daya manusia maupun sember daya alam yang dapat dimanfaatkan untuk menciptakan nilai tambah dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup umat manusia.

Dalam contoh pembahasan ayat tentang industri manufaktur yang terdapat dalam Al-Quan surat An-Nahl ayat 80 ini, dapat kita jadikan iktibar  atau model yang dapat kita kembangkan pada seluruh jenis industri manufaktur yang dapat meningkatkan nilai tambah, seperti industri industri wol atau pemintalan benang, industri tekstil, industri besi baja, dan lain-lain. (HJ)


Oleh: Henra Jaya, S.Pd.I, M.Pd.