Padang - “Jangan senang dengan opini yang timbul didalam masyarakat yang menyatakan Indonesia adalah pasar yang empuk bagi perekonomian dunia. Sedihlah kita semua, karena hanya menjadi pangsa pasar bagi dunia. Seharusnya kitalah yang menjadi tuan rumah di negara sendiri dengan memproduksi produk-produk berkualitas yang bisa bersaing di pasar bebas dunia”. Papar Kepala BDI Padang, Bapak Jonni Afrizon pada pembukaan DIklat 3 in 1 Pembuatan Hiasan Busana Dengan Alat Jahit Tangan Silam Timbul Angkatan I di Workshop Bordir BDI Padang, Senin (6/3).

Hadir dalam pembukaan tersebut, Ketua Dekranasda Kota Solok, Ibu Zulmiyetti Zul Elfian, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kota Solok, Bapak Dedy Asmar, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Ibu Masyanti, Ketua Gabungan Organisasi Wanita Kota Solok, Ibu Elfia Reinier, Ketua Persatuan Istri Legislatif, Ibu Yanti Yutris Chan, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Solok Ibu Ria Zulfatma Rusdianto, Kepala BDI Padang, Bapak Jonni Afrizon, Kepala Bagian Hubungan Antar Lembaga dan Kerja Sama, Biro Humas Kemenperin, Bapak Feby Setyo Hariyono dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya Jonni Afrizon, selama ini dalam bekerjasama dengan kabupaten kota, BDI Padang berkomitmen menyiapkan tenaga kerja siap pakai yang punya skill dan kabupaten/ kota wajib membuat sentra industri. Inilah tugas bersama antara BDI Padang dan Pemerintah Daerah setempat dalam menumbuhkembangkan industri bordir dan fesyen di daerah masing-masing. Diharapkan kedepannya kerjasama tersebut dapat melahirkan ikon-ikon hasil industri bordir dan fesyen di tiap-tiap daerah yang telah bekerjasama dengan BDI Padang tersebut.
Lebih lanjut Jonni Afrizon menyatakan daerah-daerah yang telah melakukan kerjasama dengan BDI Padang dan telah berhasil mendikirkan sentra industrinya seperti: di Nagari Sulit Air Kab. Solok, Nagari Unggan Kab. Sijunjung dan di Pariaman. Dirapkannya, peserta diklat kali ini bisa bekerja dibidang yang diklatkan sekarang agar bisa segera mewujudkan lahirnya sentra industri bordir dan fesyen di Kota Solok.

Senada dengan hal tersebut Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kota Solok, Bapak Dedy Asmar mengharapkan dengan adanya diklat ini dapat mengurangi pengangguran di Kota Solok dan mewujudkan impian dari Pemerintah Kota Solok memiliki sentra industri unggulan Kota Solok. Untuk itu Dedy Asmar meminta kepada para peserta agar dapat mengikuti diklat secara serius.

Diklat ini sendiri diikuti oleh peserta yang berasal dari Kota Solok sebanyak 70 orang peserta. Diklat dibuka secara resmi oleh Ketua Dekranasda Kota Solok, Ibu Zulmiyetti Zul Elfian, Kepala Dinas Perdagangan. Zulmiyetti Zul Elfian mengharapkan diklat ini dapat membangkitkan semangat tangguh, semangat berjuang, dan sikap mandiri serta membantu ekonomi masyarakat sehingga masyarakat generasi muda Kota Solok tidak ada yang mengganggur dan mempunyai keahlian. (PPID BDIP/Red)