Padang - Sebagai warisan dan kekayaan budaya bangsa Indonesia, Kepala Balai Diklat Industri Padang Jonni Afrizon, SE, MM mengungkapkan komitmennya untuk membentuk sentra batik di Kabupaten Dharmasraya pada acara penutupan Diklat 3 in 1 Membatik Angkatan II di Ruang Pertemuan Balai Diklat Industri Padang, Senin, 14/08/2017. 

Komitmen tersebut ditandai dengan diselenggarakannya pelatihan membatik dengan jumlah alumni sebanyak 70 orang. Pelatihan tersebut diharapkan mampu melahirkan lapangan kerja baru di Kabupaten Dharmasraya.

"Batik dahulu dikenal sebagai pakaian orang pergi pesta atau kondangan atau pakai bapak-bapak, tetapi sekarang image tersebut sudah hilang. Sekarang batik sudah digunakan orang untuk berbagai kegiatan hingga pakaian dinas instansi, baik instansi pemerintah maupun instansi swasta bahkan sudah menjadi tren tersendiri hingga ke luar negeri", ujarnya.

Selain itu, Kepala BDI Padang juga menuntut kepada pengrajin batik kreatif dalam membuat motif dan desain batik yang menarik dan sesuai dengan permintaan pasar serta meminta membuat brand batik tersendiri di Kabupaten Dharmasraya.

"Saya ingin Kabupaten Dharmasraya memiliki brand tersendiri untuk mengangkat nama Dharmasraya", pungkasnya. (ppid)