“Ini adalah keistimewaannya kita bekerjasama dan mengikuti diklat dengan BDI Padang ini. Ada pelatihannya, ada Uji kompetensi dimana kita mendapatkan sertifikat kompetensi dan ada penempatannya, papar Bupati Kab. Tanah Datar Bapak Irdinansyah Tarmizi dalam sambutannya dalam acara Penandatanganan MoU antara Balai Diklat Industri Padang dengan Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tanah Datar, Rabu 12 Juli 2017 bertempat di Gedung Indojalito Batusangkar Kab. Tanah Datar.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Bupati Kab. Tanah Datar Bapak Irdinansyah Tarmizi, Ketua Dekranasda Ibu Emi Irdinansyah Tarmizi, Asisten 1 Bapak Mukhlis, Staf Ahli Bapak Ali Imran, Kepala Dinas Kop UMKM Perindustrian dan Perdagangan Bapak Abdul Hakim, Kepala Balai Diklat Industri Padang (BDI Padang) Bapak Jonni Afrizon beserta rombongan, Direktur Bank Nagari Bapak Eka serta jajaran OPD Kab. Tanah Datar.

Lebih lanjut Bupati Tanah Datar berkeyakinan jika semua peserta diklat memiliki sertifikat, maka akan mudah diterima bekerja oleh semua Industri Kecil Menengah (IKM) yang ada tidak hanya yang berada di Kab. Tanah Datar tetapi juga IKM bordir dan fesyen yang tersebar diseluruh Indonesia. Bupati Tanah Datar lebih lanjut mengharapkan jika semua peserta telah memiliki sertifikat maka dapat segera berproduksi dan bekerja di bidang bordir dan fesyen. Bupati Tanah Datar sendiri telah menetapkan bahwa ASN dilingkungan Pemerintah Kab. Tanah Datar setiap minggu kedua dan keempat wajib memakai pakaian muslim dan muslimah dengan ciri khas Tanah Datar yang diproduksi oleh IKM di Kab. Tanah Datar guna mendukung perkembangan IKM bordir dan Fesyen di Kab. Tanah Datar. Kedepannya akan dibangun Rumah Galeri yang akan digunakan sebagai sarana untuk memasarkan produk hasil IKM Tanah Datar termasuk dalam hal ini produk dari alumni diklat bordir dan fesyen tersebut.

Dalam sambutannya, Jonni Afrizon menyambut baik kerjasama ini dan mengharapkan kedepannya akan terjalin kerjasama yang intensif antara BDI Padang dengan Pemkab Tanah Datar dalam menumbuhkembangan industri bordir dan fesyen di Kab Tanah Datar Pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. Jonni afrizon menyampaikan pentingnya memiliki sertifikat kompetensi bagi tenaga kerja industri terutama dalam era MEA seperti sekarang ini agar tenaga kerja Indonesia bisa bersaing dan memiliki posisi tawar yang kuat dalam persaingan bebas tersebut. Dalam hal ini, dengan adanya kerjasama ini, BDI Padang sebagai satu-satunya LSP Bordir dan Fesyen di Indonesia siap melahirkan tenaga skill yang kompeten di bidang bordir dan fesyen yang berasal dari kab. Tanah Datar. Jonni Afrizon juga menyinggung mengenai tenaga pengajar diklat ini berasal dari Kab. Tanah Datar sendiri yang merupakan alumni diklat BDI Padang.

Abdul Hakim dalam laporannya menyampaikan hasil dari kerjasama ini adalah terselenggaranya Diklat 3 in 1 Pembuatan Hiasan Busana Dengan Alat Jahit Tangan Sulaman Peniti Angkatan III selama 18 hari kerja. Adapun peserta diklat sebanyak 70 (tujuh puluh) peserta berasal dari Kec. Sungai Tarab yaitu: Nagari Gurun, Nagari Sungai Tarab, Nagari Pasie Laweh, Nagari Simpuruik dan Nagari Koto Laweh. Lebih lanjut Abdul Hakim dalam paparannya menyampaikan, saat ini telah berdiri Sentra Tenun di Lintau dengan anggota sebanyak 158 orang dan Sentra Tenun di Pandai Sikek dengan anggota sebanyak 426 orang. Khusus untuk Sentra Tenun di Lintau terselenggara dengan bekerjasama dengan Kementerian Perindustrian. Abdul Hakim kedepannya mengharapkan dengan kerjasama ini dapat melahirkan Sentra Sulam Benang Emas di Nagari Sungayang. (PPID BDIP)