PARIAMAN - Walikota Pariaman yang diwakili oleh Asisten II Sukardi membuka secara resmi Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) 3 in 1 pembuatan hiasan Busana dengan Mesin Bordir High Speed Angkatan II, bertempat di Balai Diklat Industri (BDI), Kementerian Perindusterian RI, Padang, Kamis (4/5).

"Diharapkan Industri Kecil Menengah (IKM) asal Kota Pariaman yang mengikuti pelatihan ini, akan bertambah wawasan dan pengetahuan, serta ketrampilannya dalam mengolah desain dan fashion, sehingga hasilnya nanti, mereka dapat bersaing dengan kerajinan dari daerah lain," Ujar Sukardi

Ia mengatakan, Industri kerajinan yang saat ini terus berkembang di Kota Pariaman adalah Industri Sulaman dan bordir, oleh karena demikian harus mempunyai kompetensi dan keahlian yang mumpuni, sehingga hasil kerajinan sulaman dan bordir Kota Pariaman, menjadi semakin berwarna dan bervariasi.

"Dengan adanya Diklat ini, kedepan, agar desain dan motif dari produk sulaman dan bordir Kota Pariaman bisa lebih berkembang serta dapat merangsang kreatifitas dan inovasi produk dari pengrajin," harapnya.

Tercatat sebanyak 60 orang IKM asal Kota Pariaman yang mengikuti Diklat 3 in 1 pembuatan hiasan Busana dengan Mesin Bordir High Speed Angkatan II ini, ditambah 10 orang IKM dari Kota Padang, yang mana mereka nantinya akan mendapatkan pemondokan selama pelatihan, uang harian, dan makan serta snack, yang kesemua biayanya, akan ditanggung oleh BDI Kementerian Perindusterian RI Padang.

Acara ini akan berlangsung selama 18 hari, dari tanggal 4 Mei hingga tanggal 24 Mei 2017 mendatang. Hadir dari Balai Diklat Industri Padang, Dinas Koperindagkop dan UKM Kota Pariaman dan sebanyak 70 orang peserta pelatihan. (rel/warman)

Sumber: Minangkabaunews.com