Padang - Pertumbuhan industri sangat bergantung pada Sumber Daya Manusia (SDM) atau tenaga kerja yang kompeten. Hal ini disampaikan oleh Kepala Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Industri Kementerian Perindustrian RI Mujiyono pada saat berada di Padang dalam rangka pembukaan Diklat 3 in 1 Pembuatan Hiasan Busana dengan Mesin Bordir Manual Angkatan V di Balai Diklat Industri Padang, Selasa (11/04/2017).

“Industri manufaktur membutuhkan tenaga kerja sebanyak 15.000.400 orang, dengan pertumbuhan industri Indonesia sebesar 5-6% pertahun, maka Indonesia membutuhkan sekitar 600.000 orang tenaga kerja pertahunnya. Namun, kebutuhan ini belum bisa dipenuhi Indonesia, sehingga peluang inilah yang dimanfaatkan tenaga kerja asing (TKA) untuk bekerja di Indonesia ”, kata Mujiyono.

Hal ini terjadi, kata Mujiyono, karena terjadinya kesenjangan kompetensi antara lulusan sekolah dengan kebutuhan industri di Indonesia. Untuk itu, Kemenperin RI bersama dunia industri dan pemerintah daerah sedang giat-giatnya menyiapkan lulusan dan tenaga kerja yang lulus uji kompetensi.

"Karena satu dari tiga syarat dari pertumbuhan industri suatu negara adalah Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten, disamping syarat investasi dan teknologi", kata Mujiyono.

Selain itu ia juga mengungkapkan, kita jangan diributkan dengan jumlah tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia, tetapi yang perlu kita ributkan adalah bagaimana menyiapkan tenaga kerja yang kompeten sehingga kita dapat menggantikan tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia tersebut.

Untuk itu semua, katanya, Pusdiklat Industri Kemenperin RI, mengembangkan berbagai hal. Diantaranya, melakukan pendidikan vokasi industri berbasis kompetensi, pelatihan industri berbasis kompetensi dan pengembangan wirausaha baru.

"Indonesia akan tergolong negara maju, kalau wirausahanya sudah 2,5 persen dari jumlah penduduk. Dan saat ini, wirausaha di Indonesia baru 1,56 persen dari jumlah penduduk. Masih butuh kerja keras menghasilkan wirausaha baru di Indonesia," ujarnya.

Sedangkan menurut laporan Kepala BDI Padang Jonni Afrizon, pelatihan kali ini diikuti oleh 70 orang pelaku UMKM yang berasal dari Kabupaten Kerinci Jambi dan Kota Padang Sumbar. Mereka akan menjalani pelatihan selama 18 hari, termasuk proses uji kompetensi.

Acara pembukaan diklat tersebut juga dihadiri oleh Sekda Kabupaten Kerinci Afrizal HS, Kepala Diskoperindag Kabupaten Kerinci, serta pejabat dilingkungan unit kerja Kemenperin RI di Padang. (ppid)