PARIAMAN - Walikota Pariaman H Mukhlis Rahman secara resmi membuka Pariaman Fashion Parade 2017 yang menampilkan 10 karya dari 10 desainer luar daerah dan lokal, Rabu (10/5) di Pentas Seni Gandoriyah.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumbar Asben Hendri dalam sambutan menyampaikan, selama ini kita hanya tau Sulaman Nareh itu sebagai pesta perkawinan, sekarang justru berkembang, karena bagaimana kita dituntut untuk mengembangkan produk lokal oleh pemerintah. Sehingga hasilnya bisa berbentuk fashion yang diselenggarakan ini.

"Fashion ini juga ajang motifasi bagi para desainer lainnya untuk lebih rajin berkarya terhadap sulaman yang dibuatnya. Sehingga memberikan efek positif dalam pertumbuhan ekonomi masyaratakat. Pasalnya, ditahun ini ada 3 orang desainer Kota Pariaman yang menampilkan karyanya, tentu ditahun yang akan datang kita berharap bisa bertambah yang menampilkan karyanya," ujarnya.

Walikota Pariaman H Mukhlis Rahman mengatakan, kita berharap mudah-mudahan acara yang dilangsungkan selama dua hari agar terselengara dengan baik dan aman.

Penyelenggaraan event Pariaman Fashion Parade merupakan suatu kebanggan bagi Kota Pariaman yang menampilkan fashion bercorak daerah yang patut kita lestarikan sepanjang masa sebagai event leluhur dan kekayaan budaya kita.

Oleh karena itu para desainer sebagai peran kunci dalam maramaikan dunia fashion sesuai dengan stekmennya masing-masing yang mempunyai banyak hal potensi dan karya dalam menampilkan dan mengembangkan fashion budaya khas daerah.

"Kami sangat yakin para desainer Kota Pariaman bisa terus menerus mengembangkan potensi budaya lokal dan fashion bertaraf go nasional ketingkat nasional," harapnya.

Sesuai dengan visi dan misi pemerintah Kota Pariaman maka sektor kepariwisataan menjadi sektor andalan untuk meramaikan kota dan meningkatkan kesejahtraan masyarakat.

Potensi wisata bahari Kota Pariaman beserta pulau-pulaunya yang eksotik bagaikan magnet yang setiap mengundang pengunjung dan wisatawan serta melakukan aktifitasnya di Kota Pariaman.

"Kehidupan kota pariaman di masa yang akan datang tak terlepas dari pendidikan, untuk mendukung pendidikan tersebut dibutuhkan oleh berbagai sektor, terutama pengembangan sektor UMKM dan kerajinan khas Kota Pariaman termasuk dunia fashion," ulas Mukhlis.

Telah banyak upaya yang dilakukan dalam pengembangan sektor UKM di Kota Pariaman. Disamping pembinaan terus menerus oleh dinas pembuktian perdagangan dan koperasi, UMKM. Pemerintah Kota Pariaman telah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak salah satunya kerjasama pemko Pariaman dengan Balai Diklat Industri Padang tentang pengembangan SDM serta fashion.

"Penyelenggaraan Pariaman Fashion Parade merupakan salah satu bentuk pembinaan dan dilakukan oleh pemerintah Kota Pariaman sekaligus sangat bermanfaat Kota Pariaman untuk melengakapi sebagai destinasi utama bagi wisata yang berkunjung ke Kota Pariaman, dan tahun ini adalah kali ketiga dilaksanakan," katanya.

Kedepan kita berharap Pariaman Fashion Parade dapat secara konsisten menampilkan berbagai macam rangkaian yang menitik beratkan kalaborasi antara corak budaya lokal dengan corak modernitas, sehingga memiliki segmen pasar luas diminati oleh kalangan baik tua maupun muda, baik dalam negeri maupun mancanegara.

Kepala Dinas Perindagkop Kota Pariaman Gusniyetti Zaunit menjelaskan, dengan diselenggarakannya Pariaman Fashion Parade 2017 yang ketiga ini agar meningkatkan pengarajin agar bisa mengembangkan hasil karyanya. Pasalnya, UMKM sebagai pilar utama yang kiat berkembang di Kota Pariaman.

Diantaranya, aplikasi kerajinan bordir, rajutan sulaman dalam bentuk fashion. Dari 1647 UMKM di Kota Pariaman 62 persennya merupakan industri rajutan yang terdiri dari 513 UKM bordir, 318 UKM sulaman.(rel/warman)

Sumber: Minangkabaunews.com